Home Film Puisi dalam Film Indonesia yang Bikin Baper, Nomor Berapa Aja Nih yang Sudah Kamu Tonton?

Puisi dalam Film Indonesia yang Bikin Baper, Nomor Berapa Aja Nih yang Sudah Kamu Tonton?

Dari beragamnya film dalam negeri, ternyata cukup banyak juga judul-judul film yang terinspirasi dari bait-bait puisi buah karya sastrawan dan penulis Indonesia. Keberadaan puisi hadir sebagai bagian penting dalam film, entah itu dalam narasi, dialog, atau monolog pemainnya. Film pun jadi terasa lebih hidup dan berwarna. Nggak cuma mendukung kesuksesan film, keberadaan puisi juga turut membuat baper penontonnya. Makanya nggak salah kalau beberapa puisi atau kutipan dalam film tersebut pun jadi semakin lekang dikenang dalam ingatan dan ramai diperbincangkan. Kira-kira dari judul-judul film berikut, nomor berapa saja nih yang bisa bikin hati kamu ambyar?

1. Hujan Bulan Juni

Tak ada yang lebih tabah

dari hujan bulan Juni

dirahasiakannya rintik rindunya

kepada pohon yang berbunga itu …

– Sapardi Djoko Damono

Sastrawan Sapardi Djoko Damono memang selalu sukses merebut hati penggemarnya lewat untaian kata-kata indahnya. Setelah sebelumnya puisi Hujan Bulan Juni sukses dibuat dalam bentuk musikalisasi, judul yang sama pun turut diangkat ke layar lebar. Diperankan oleh Adipati Dolken dan Velove Vexia, film ini mengisahkan tentang jalinan asmara antara Sarwono dan Pingkan. Sarwono digambarkan sebagai seorang sederhana yang gemar menulis puisi. Sosoknya yang sederhana dengan segala kepuitisannya ternyata mampu memikat hati Pingkan. Sang Sutradara, Hestu Saputra, bahkan mengklaim bahwa film ini adalah film dengan puisi terbanyak jika dibandingkan dengan film lainnya yang pernah diputar di bioskop-bioskop Indonesia. Hmmm, jadi penasaran ada berapa banyak ya jumlah puisinya?

2. Dilan 1990

Jika saatnya tiba sedih akan menjadi tawa, perih akan menjadi cerita, kenangan akan menjadi guru, rindu akan menjadi temu, kau dan aku akan menjadi kita.

– Pidi Baiq

Wah, kalau judul film ini sih nggak usah banyak dibahas lagi ya. Kamu pasti sudah hapal sebagian besar quotes khas Dilan buat Milea. Walau beberapa terdengar sedikit cheesy, tapi tetap aja bisa bikin hati uwuwuwu kalau diucapin sama kekasih hati. Film yang diadaptasi dari novel karya Pidi Baiq ini memang sukses bikin penontonnya baper. Gimana nggak, sepanjang film banyak banget kutipan-kutipan romantis yang menghiasi kisah cinta anak SMA, Dilan dan Milea dengan setting kota Bandung di tahun 1990. Diperankan oleh Iqbaal Ramadhan dan Vanessa, sekuel ketiga dari film ini, Milea: Suara Dari Dilan, bakal tayang Februari 2020 lho. Sudah siap buat baper lagi?

3. Istirahatlah Kata-Kata

Istirahatlah kata-kata

Janganlah menyembur-nyembur

orang-orang bisu

tidurlah kata-kata

kita bangkit nanti

menghimpun tuntutan-tuntutan

yang miskin papa dan dihancurkan

– Wiji Thukul

Film besutan Yosep Anggie Noen ini menceritakan tentang kisah penyair Wiji Thukul dalam pelariannya sebagai buronan akibat kekuatan puisinya yang dianggap menentang pemerintahan Orde Baru. Wiji menghilangkan diri ke Pontianak selama delapan bulan, hingga akhirnya ia benar-benar dihilangkan, tidak dapat lagi ditemukan dan diketahui keberadaannya. Seolah merepresentasikan judulnya, film ini cukup minim dialog. Segala perasaan terwakilkan lewat gesture dan ekspresi wajah. Meskipun demikian, film ini mampu menyabet banyak penghargaan. Bahkan sebelum tayang perdana di bioskop Indonesia, film ini telah lebih dulu diputar di beberapa festival film internasional. Sebut saja, Locarno International Film Festival ke-69 di Swiss, Busan International Film Festival, Hamburg Film Festival, dan International Film Festival Rotterdam. So proud!

4. Gie

Mari sini sayangku …

Kalian yang pernah mesra, yang pernah baik, dan simpati padaku

Tegaklah ke langit luas atau awan yang mendung

Kita tak pernah menanamkan apa-apa

Kita tak kan pernah kehilangan apa-apa

– Soe Hok Gie

Penggalan puisi tersebut adalah salah satu puisi yang akan kamu temui di film Gie. Film yang diproduksi oleh Miles Film di tahun 2005 ini menceritakan tentang Gie, mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Indonesia yang diperankan oleh Nicholas Saputra. Gie adalah seorang peranakan Tiongkok dengan pemikiran yang kritis dan mengharapkan pemerintahan negeri ini bebas dari korupsi dan tidak memihak pada golongan tertentu. Oleh karena itu, ia termasuk vokal dalam menyuarakan pertentangannya terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah di rezim Orde Baru. Sayangnya, ia yang juga sangat mencintai alam, meninggal muda di puncak Gunung Semeru tepat sehari sebelum ulang tahun kemerdekaan Indonesia. Menonton film ini kayaknya kamu butuh nyiapin tisu karena saat penggalan puisi ini dibacakan, jadi salah satu momen haru yang bisa bikin kamu tersedu.

5. Rectoverso

Aku jatuh cinta…

Aku jatuh cinta pada seseorang yang hanya sanggup aku gapai sebatas punggungnya saja.

Seseorang yang hanya sanggup aku nikmati bayangannya, tapi tak akan pernah bisa kau miliki.

Seseorang yang hadir bagaikan bintang jatuh sekelabat kemudian menghilang begitu saja,

tanpa sanggup tangan ini mengejarnya.

Seseorang yang hanya bisa aku kirimi isyarat sehalus udara, langit, awan, atau hujan.

– Dee

Buat kamu yang menggemari karya Dee atau Dewi Lestari, pasti ingat banget sama puisi ini. Puisi ini merupakan bagian dari film omnibus yang diangkat dari kumpulan cerpen Dee, Rectoverso. Dari lima cerita yang berbeda dalam film ini, puisi ini terdapat dalam film Hanya Isyarat hasil garapan Happy Salma. Film ini menceritakan tentang kekaguman seorang bacpacker bernama Al (Amanda Soekasah) terhadap backpacker lain bernama Raga (Hamish Daud). Namun, Al hanya mampu mengagumi dalam diam dan memandangi dari jauh saja tanpa pernah mengatakan langsung kepada Raga. Kekagumannya itu akhirnya ia tuangkan dalam puisi penuh kebaperan ini. Empat cerita lain dalam Rectoverso juga nggak kalah keren dan mampu memporakporandakan perasaan kamu.

Related Articles

Leave a Comment