Home Music Ngaku K-Popers? Hempas Stigma Negatif Ini Sekarang Juga

Ngaku K-Popers? Hempas Stigma Negatif Ini Sekarang Juga

Pengaruh gelombang Korea dalam 1 dekade ini sangat bisa dirasakan oleh warga Indonesia. Salah satu yang terus hype sampai sekarang adalah K-Pop atau Korean Pop. K-Pop sendiri merupakan gelombang Korea yang penyebarannya disalurkan melalui lagu-lagu Korea. Penyuka K-Pop yang disebut K-Popers biasanya punya genre masing-masing bergantung pada idola yang mereka pilih.

1. Pandangan negatif tertuju pada para K-Popers

Bermula dari hal tersebut, para K-Popers juga akan mengikuti berbagai kegiatan yang berkaitan dengan idola mereka, termasuk menonton variety show yang dihadiri sang idola. Hal itu sebenarnya menimbulkan opini dari non K-Popers yang beranggapan kalau para K-Popers membutuhkan waktu lebih untuk melakukan beragam kegiatan tersebut. Maksudnya adalah mereka berpikir kegiatan K-Popers ini termasuk hal negatif yang menyita waktu. Benar nggak sih seperti itu? Tepat juga nggak sih stigma yang mereka ciptakan?

2. Suka K-Pop sama seperti melakukan hobi pada umumnya

Ketika muncul sebuah pertanyaan “Apa hobi kamu?“, jawaban apa yang akan kamu berikan untuk menjawabnya? Beberapa orang mungkin akan menjawab dengan membaca, mendengarkan musik, bermain piano, nge-games, atau menonton sepak bola. Sama halnya dengan beberapa hobi tersebut, seharusnya non K-Popers bisa mengubah pandangan mereka akan hal yang dilakukan para K-Popers yang juga merupakan bagian dari hobi mereka. Stigma negatif muncul saat kegiatan tersebut dilakukan secara nggak wajar. Nggak cuma buat K-Popers saja, non K-Popers juga harus waspada akan segala sesuatu yang berlebihan karena bisa berpotensi menimbulkan hal negatif.

3. Lakukan semua dalam porsi yang benar

Padahal faktanya kegiatan favorit yang mereka pilih itu dilakukan dengan tujuan untuk menstabilkan mood agar terhindar dari stres. Caranya bisa dengan mendengarkan musik, pergi berjalan-jalan, atau menonton drama. Kalau mood sudah stabil, kewajiban utama kamu pun bisa dilakukan dengan kondisi yang baik, hati yang senang, dan tetap fokus. Jadi, sebenarnya melakukan kegiatan yang disuka atau hobi itu justru merupakan hal positif bagi seseorang jika dilakukan dalam porsi yang benar.

Jika non K-Popers dapat menerima bahwa menyukai K-Pop merupakan sebagian dari hobi dan berpotensi menunjang seseorang menjadi lebih positif, tak dapat diragukan lagi kalau stigma negatif bisa berubah. Satu hal yang pasti, kalau kamu memilih untuk suka dengan K-Pop jangan sampai mengorbankan kegiatan utama seperti sekolah dan kerja. Dilarang sampai bolos atau terlalu banyak izin ya. Sadari dan bangun kontrol diri dengan baik agar semuanya bisa dilakukan sesuai porsi.

Related Articles

Leave a Comment