Home Career Kreatif dan Pakai Empati, 5 Profesi Ini Sulit Digantikan Mesin

Kreatif dan Pakai Empati, 5 Profesi Ini Sulit Digantikan Mesin

Manfaat perkembangan teknologi tak dipungkiri turut dirasakan juga oleh banyak orang. Adanya hal tersebut di tengah-tengah kehidupan, jelas membuat hidup terasa lebih mudah. Misalnya dengan hadirnya transportasi tech dan masih banyak lagi manfaat teknologi yang memengaruhi gaya hidup. Wajar jika beberapa pekerjaan telah diambil alih oleh mesin seperti penjaga pintu tol, pengantar surat, kasir hingga teller bank. Namun, ada juga nih profesi yang sulit digantikan mesin.

Robot bahkan mesin apapun rasanya mustahil menggantikan profesi ini, sebab pekerjaannya dilakukan dengan hati dan kreatifitas. Secanggih apapun mesin yang dikembangkan oleh sebuah teknologi, tetap saja empati manusia sulit untuk ditiru oleh mesin. Yuk, simak cadasnya 5 profesi yang andalkan kreatifitas dan kepekaan perasaan ini.

1. Designer

Designer bekerja dengan kreatifitas, meskipun kini sudah banyak platform canggih yang memudahkan kamu mendesain rumah, pamflet, banner media sosial hingga logo perusahaan. Ingat, itu hanyalah tools semata. Bangunan megah yang aesthetic, logo produk super catchy, hingga pakaian paling stylish tetap membutuhkan seorang designer di baliknya. Menciptakan sesuatu yang indah dipandang mata, memang hanya manusia yang bisa.

2. Content Creator

Content creator meliputi penulis artikel, penulis naskah, video dan fotografer, penyunting video, atau social media specialist. Mereka berkontribusi pada terciptanya sebuah konten yang mampu menarik perhatian audiens. Mesin hanyalah penunjang, tetapi mesin tidak dapat berfikir out of the box!

Pekerjaan yang dapat digantikan oleh robot merupakan suatu pekerjaan yang sifatnya berulang-ulang dan dapat diprediksi, sedangkan seorang content creator dituntut untuk terus kreatif dan melahirkan sesuatu yang baru dan segar.

3. Psikiater dan Dokter

Sepintar apapun mesin yang diciptakan, tetap saja mesin tersebut tak bisa merasakan sebuah empati. Dunia yang semakin sophisticated pastinya menjadi serba cepat hingga membuat banyak orang mengkhawatirkan kesehatan jiwa dan raga mereka sendiri.

Sampai kapan pun pekerjaan yang menggunakan hati dan kepekaan seperti psikiater dan dokter, sulit digantikan robot yang tidak dapat memahami perasaan manusia. Sekali lagi teknologi memang memudahkan hidup, seperti dengan hadirnya health tech. Namun di balik itu, dokter dan psikiater tetap memiliki peran utama.

4. Guru Anak-Anak

Anak-anak tentu membutuhkan afeksi secara langsung dan perlu pendampingan khusus demi perkembangannya jangka panjang. Sebab pada usia dini, anak sedang aktif-aktifnya menangkap sesuatu yang akan memengaruhi kepribadiannya di masa mendatang. Oleh sebab itu, peran seorang guru anak-anak tak bisa digantikan dengan mesin atau robot.

Meski teknologi yang ada kini memungkinkan anak-anak belajar lewat media sosial, tetapi hal tersebut tetap perlu diseimbangkan melalui pengajaran secara langsung dengan kasih sayang dan rasa empati serta melatih interaksi sosial si anak secara langsung. Sebab robot tidak bisa memiliki kecerdasan emosional seperti guru anak-anak.

5. Digital Marketing

Profesi ini tidak hanya menuntut kreatifitas semata, tetapi juga kemampuan analisis yang baik pada konsumen sebuah produk. Alih-alih digantikan oleh mesin, skill digital marketing akan berkembang dari tahun ke tahun. Hal tersebut dikarenakan perilaku konsumen dan kebutuhannya juga akan berubah. Tentu saja pekerjaannya tidak bisa diprediksi dan tidak berulang-ulang sehingga membutuhkan skill kreatif dan analisis.

Udah nggak bisa nih kalau hanya berdiam diri melihat perkembangan teknologi yang semakin pesat. Oleh sebab itu, ada baiknya kamu terus mengembangkan skill yang kamu miliki agar dapat beradaptasi di era modern yang hampir bergantung pada mesin dan digital. Semoga teknologi tak hanya menggantikan beberapa profesi dengan mesin, tetapi juga membuka peluang kerja untuk profesi lainnya yang bahkan sulit digantikan oleh mesin.

Related Articles

Leave a Comment