Home Career Memasuki Industri 4.0, Asah 5 Skill Ini untuk Digital Marketing

Memasuki Industri 4.0, Asah 5 Skill Ini untuk Digital Marketing

Globalisasi tak hanya berdampak pada lingkungan dan perkembangan teknologi saja, tetapi strategi pemasaran pun turut ikut berkembang. Yup, strategi pemasaran memang dituntut mengikuti arus digitalisasi agar sebuah brand tetap memiliki eksistensi dari waktu ke waktu. Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri untuk seorang digital marketers. Mau tak mau mereka harus lebih inisiatif untuk mengasah skill digital marketing.

Tak hanya lihai berkomunikasi, seorang digital marketers juga perlu melihat peluang dalam sebuah kesempatan. Pekerjaan tersebut memang identik dengan media sosial, tetapi ternyata praktiknya lebih menyenangkan dan menantang. Buat kamu yang antuasias dengan dunia digital marketing tandanya kamu perlu kuasai sederet skill ini ya!

1. Tidak hanya sekadar aktif di media sosial, tetapi juga tahu bagaimana membangun engagement terhadap audiens

Media sosial memang menjadi platform menjanjikan untuk mengeksekusi berbagai campaign yang sedang diusung. Selain penyebarannya yang cepat dan interaktif, media sosial juga menyajikan tampilan visual yang menarik. Nah, seorang digital marketers nggak cuma scrolling Instagram semata, tetapi juga dituntut untuk mampu membangun interaksi. Caranya pun beragam, seperti membuat konsep konten visual, berkolaborasi dengan para influencer, hingga mendistribusikan konten yang sesuai dengan karakteristik tiap platform.

2. Kreatif dan berpikir out of the box untuk menciptakan efektifitas komunikasi

Karakter konsumen saat ini lebih suka melihat sebuah gambar atau video daripada membaca banyak tulisan. Oleh karena itu, kreatif dan berpikir out of the box tak boleh luput dalam konsep digital marketing. Efektifitas komunikasi dapat diciptakan dengan gambar dan copywriting singkat yang menarik perhatian. Setidaknya marketing di era digital ini perlu memiliki skill mengolah kata-kata yang persuasif.

Digital marketers tentunya juga menangani segala bentuk materi iklan, baik di televisi, event, hingga berbagai kanal media sosial. Dalam hal ini, kreatifitas dan ide out of the box jadi senjata seorang digital marketers untuk membuat brand mereka dikenal khalayak dengan citra yang menarik. Tak hanya sekadar menarik, tetapi juga mendorong seseorang menjadi pelanggan.

3. Kemampuan riset dan analisis perlu dimiliki agar pesan tak salah sasaran

Riset dapat dilakukan dengan cara mengenali siapa saja target audience sebuah brand terlebih dahulu. Setelah itu kamu bisa mulai mencoba menganalisis perilaku audiens dan apa yang mereka butuhkan dari brand tersebut sehingga memudahkan seorang digital marketers untuk menjalankan strategi pemasaran selanjutnya.

Namun, kini sudah banyak kok analytic tools untuk menganalisa campaign pemasaran sehingga membantu digital marketers dalam memantau data terkait jumlah pengunjung sebuah situs, demografi pembeli, performa produk, dan sebagainya.

4. Melatih empati untuk memahami sudut pandang orang lain

Rasa empati secara tidak langsung melatih kamu memahami kebutuhan pelanggan agar terciptanya strategi pemasaran yang bermakna seperti strategi emotional marketing. Sebab dengan empati kita bisa lebih mendengarkan dan memerhatikan apa yang orang lain pahami daripada hanya berfokus pada apa yang ingin kita katakan. Seolah-olah kamu masuk dalam diri orang lain sehingga bisa merasakan dan melihat sesuatu dari sudut pandang orang tersebut.

Menjadi seorang digital marketers artinya kamu akan berhadapan dengan banyak klien dari berbagai macam latar belakang. Oleh karena itu, kamu perlu memiliki rasa empati untuk menjalin suatu relasi. Namun, kamu tetap harus memiliki batasan juga agar tidak terlalu hanyut dalam situasi orang lain.

5. Mengingat digital marketing adalah pekerjaan yang dinamis, kamu pun dituntut untuk adaptif terhadap perubahan

Perubahan adalah sesuatu yang tidak dapat kita hindari. Untuk bisa menjadi seorang digital marketers yang handal, kamu perlu memiliki soft skill yang satu ini. Tren akan terus berubah, sama halnya dengan teknologi dan juga perilaku konsumen. Kemampuan adaptif membuatmu tak terlalu gagap menghadapi tantangan-tantangan tersebut.

Jangan sampai lengah terhadap perkembangan digital yang sangat pesat. Akan selalu ada rencana baru dan tren terbaru bahkan setiap menitnya. Satu hal yang perlu kamu lakukan adalah keinginan untuk terus belajar dan menanamkan rasa ingin tahu terhadap bidang tersebut.

Related Articles

Leave a Comment