Home Career Geofakta Razali, Influencer Multitalenta Pencinta Komunikasi

Geofakta Razali, Influencer Multitalenta Pencinta Komunikasi

We cannot not communicate. Istilah populer ini dikemukakan oleh para pakar ilmu komunikasi Paul Watzlawick, Janet Beavin, dan Don Jackson. Menurut mereka, nggak mungkin loh kalau kita nggak berkomunikasi. Karena faktanya memang demikian. Setiap hari, kita pasti melakukan interaksi, setidaknya dengan diri kita sendiri. Apalagi dalam hakikat kita sebagai makhluk sosial, komunikasi layaknya kebutuhan dasar yang harus dipenuhi. Karena kita nggak bisa sendirian. Kita membutuhkan keberadaan orang lain dalam hidup ini. Kebayang nggak kalau kamu harus tinggal sendirian dan nggak bisa berinteraksi dengan siapa pun dalam waktu yang cukup lama? Duh, pasti bakalan sulit ya.

Menyadari kalau komunikasi sepenting itu dalam hidup, Geofakta Razali yang juga seorang influencer ini memutuskan untuk mempelajari ilmu komunikasi lebih dalam. Ia berhasil menyelesaikan studi S1 dan S2 di bidang komunikasi dan kajian media. Tidak cukup sampai di situ, pria berdarah Minang yang juga akrab disapa Geo ini pun terus melanjutkan studinya. Saat ini, Geofakta Razali tercatat sebagai salah satu kandidat Doktoral Komunikasi di Indonesia. Wah, keren! Karena kepiawaiannya dalam berkomunikasi, ia tidak hanya dikenal sebagai MC profesional dalam berbagai acara besar, tetapi juga sebagai Marketing Communication Manager yang merangkap dosen sekaligus konsultan muda. Makanya nggak salah kalau sosoknya yang gemar berolahraga dan membaca ini disebut-sebut sebagai influencer yang multitalenta. Nah, supaya kamu nggak penasaran sama sosoknya, yuk simak bagaimana perjalanan seorang Geofakta Razali menjadi praktisi communication expert.

1. Sejak kapan mulai tertarik dengan hal-hal terkait ilmu komunikasi atau public speaking?

Mulai tertarik itu sejak saya SMA. Dulu, saya termasuk orang yang pendiam. Namun, lama-kelamaan saya mulai berpikir untuk bisa mengutarakan pilihan yang saya inginkan. Pilihan-pilihan itu nggak cukup dipendam di dalam hati saja. Jadi ya harus disampaikan. Saya sadar betul kalau segala permasalahan bisa dimulai dan diakhiri dengan komunikasi. Sejak itu, saya akhirnya mulai berubah untuk lebih berani bersuara. Karena menurut saya, berbicara adalah sebuah pengakuan yang bisa digunakan untuk mengukur proses diri menjadi lebih baik. Tentu saja, saya berharap apa yang dikomunikasikan nantinya bisa bermanfaat juga untuk orang lain.

2. Bagaimana pengalaman pertama kamu sewaktu mendapatkan pekerjaan di bidang komunikasi?

Waktu itu pertama kali dapat pekerjaan freelance menjadi SPB sebuah merek susu dalam sebuah acara. Sayangnya, orang yang seharusnya jadi MC nggak datang. Jadi saya akhirnya back up dengan kemampuan yang saat itu bisa dibilang masih nol. Ternyata dapat tanggapan yang bagus dan dukungan dari teman-teman. Akhirnya saya seriusin deh jadi MC secara profesional hingga saat ini.

3. Apa tantangan terbesar yang pernah kamu alami selama bergelut di bidang pekerjaan yang bersinggungan erat dengan komunikasi ini?

Kendalanya tentu nggak mudah untuk memahami isi kepala manusia yang berbeda-beda. Kita juga nggak bisa memprediksi dan mengontrol respons orang lain terhadap kita akan seperti apa. Contohnya, sewaktu mengajar ada mahasiswa yang cepat mengerti materi yang disampaikan. Namun, ada juga yang punya respons berbeda, malah cenderung terlihat kurang peduli. Ada juga yang peduli, tetapi kurang mahir dalam berbicara atau mengungkapkan pendapatnya. Sampai suatu ketika, saya pernah bertemu mahasiswa yang dalam pemikiran saya, mahasiswa ini punya potensi. Sayangnya, dia selalu takut untuk speak up. Ia justru malah membisikkan jawaban ke temannya supaya temannya bisa meneruskan jawabannya ke saya. Akhirnya, saya minta dia untuk maju dan menyanyi di depan kelas supaya bertambah rasa kepercayaan diri dan keberaniannya. Benar saja, setelahnya dia jadi lebih berani berbicara dan mulai terbiasa untuk mengungkapkan pendapatnya.

4. Menggeluti aktivitas dengan banyak pekerjaan ini dalam waktu yang cukup lama, pernah nggak merasa jenuh?

Alhamdulillah nggak ya, karena saya menyukainya. Dengan kemampuan yang saya miliki ini, saya justru merasa kalau saya jadi bisa hidup dalam kondisi apapun. Seperti layaknya amfibi, mau dibuang kemana pun dia bakal tumbuh lagi. Mungkin bukan ke jenuh ya, lebih merasa tertantang aja kalau sedang banyak pekerjaan. Artinya, saya jadi harus semakin mahir untuk membagi waktu, akal, dan pikiran.

5. Seandainya boleh memilih, dari sekian banyak pekerjaan yang kamu jalani sekarang, mana sih yang paling kamu sukai?

Kalau boleh memilih, saya ingin full mengajar saja. Saya ingin memanggil hati orang-orang yang belum mau belajar. Karena menurut saya, tugas pengajar yang paling utama adalah bagaimana memanggil orang-orang yang tidak mau sekolah menjadi mau untuk sekolah. Jadi, bukan sekadar mendidik orang yang sudah nyata datang ke sekolah di mana mereka pasti sudah mempunyai kemampuan dan niat untuk belajar.

6. Hal apa yang paling disyukuri atas segala pencapaian yang sudah berhasil diraih hingga saat ini?

Saya bersyukur sekali karena saya memiliki kemerdekaan diri dalam berpikir. Selain itu, bersyukur karena saya masih bisa menyayangi dan disayangi.

7. Sebagai seorang influencer yang multitalenta, apa yang menjadi target kamu dalam 5-10 tahun ke depan?

Target saya sederhana saja. Saya ingin mempunyai sekolah public speaking dan character building. Harapannya, dengan adanya sekolah ini semua orang bisa belajar bersama untuk bisa lebih memahami identitas diri dan memiliki kebijaksanaan dalam berbicara.

8. Apa pesan kamu untuk teman-teman yang ingin memulai berkarir di bidang komunikasi?

Anda adalah diri Anda. Jadi, mulailah dari diri Anda, kemudian ke orang terdekat, lalu selanjutnya ke semua orang. Mulailah dengan paradigma. Ketika dikritisi orang lain, jangan patah hati. Anggap itu sebagai niat baik untuk menyempurnakan proses belajar. Selain itu, jangan lupa untuk rajin berlatih, buka koneksi, dan perbanyak referensi. Terakhir, berkarakterlah. Lakukan dengan berpikir positif pada semua hal yang ada di sekeliling kita.

Komunikasi memang penting dalam hidup, meskipun dalam kenyataannya tidak semua orang mahir mengaplikasikan dengan bijak. Namun, menurut Geofakta Razali tidak pernah ada kata terlambat untuk belajar. Karena sejatinya, komunikasi yang dilakukan dengan tepat dan efisien bisa menjadikan kamu pribadi yang bertalenta. Hal terpenting adalah jangan ragu untuk memulai dan jangan mudah patah semangat ya.

Related Articles

Leave a Comment