Home Career Nedika Adityo, Keluar dari Zona Nyaman dan Buat Perubahan

Nedika Adityo, Keluar dari Zona Nyaman dan Buat Perubahan

nedika-adityo

Zona nyaman hadir ibarat dua sisi mata koin yang punya gambar berlainan. Sebagian besar orang menganggap bahwa menetap dalam zona nyaman adalah hal yang sebaiknya tidak dilakukan. Sebab zona nyaman mampu melenakan dan bisa membuat seseorang jadi tidak berkembang. Namun, ada juga yang beranggapan bahwa tidak mengapa untuk tetap berada di zona nyaman. Karena zona nyaman mampu memberikan rasa kepastian, aman, minim tekanan, dan segalanya terasa sudah mampu dipahami dan dikuasai dengan baik. Tidak ada yang benar atau salah dari kedua anggapan tersebut. Semuanya tetap kembali pada pilihan masing-masing. Seperti halnya yang dilakukan sosok inspiratif kita minggu ini, Nedika Adityo.

Pria yang akrab disapa Dika ini merupakan lulusan Satra Indonesia Universitas Padjadjaran. Setelah lulus, ia bekerja di sebuah perusahaan penerbitan ternama. Bisa dibilang, pekerjaan ini adalah bidang yang sangat sesuai dengan gelar kelulusan yang ia terima. Beberapa tahun bertahan dalam zona nyaman dan menjalani rutinitas yang sangat ia pahami, ia pun memutuskan untuk mengambil langkah baru dan membuat sebuah perubahan. Pria yang hobi jogging dan mendengarkan musik ini justru berputar haluan dalam hal pekerjaan. Yuk, simak kisah lengkapnya bagaimana ia berhasil keluar dari zona nyaman. Intip juga tips untuk menjadi produser di Brava Radio dalam obrolan People of the Week kali ini.

1. Apa definisi zona nyaman dalam berkarier menurut pandangan kamu?

nedika-adityo
dokumen pribadi

Beberapa orang beranggapan berada di zona nyaman adalah hal yang menyenangkan. Sebab dalam zona nyaman, segala rutinitas sudah dipahami dengan baik. Bertahan lebih baik daripada harus mengambil risiko untuk hal yang belum pasti. Namun, ada juga yang beranggapan bahwa zona nyaman itu melenakan. Zona nyaman bisa membuat kita jadi tidak berkembang karena cenderung bertahan alih-alih mencoba keahlian yang baru.

Tidak ada yang benar atau salah dari kedua anggapan tersebut. Semuanya adalah pilihan, mau bertahan atau keluar mencoba hal yang baru. Persepsi ini kembali pada tiap individu. Namun bagi seorang Nedika Adityo, zona nyaman terutama dalam hal berkarier itu lebih pada rutinitas atau kegiatan yang dilakukan setiap hari secara berulang. Seseorang sudah paham betul tentang deskripsi pekerjaan yang ia jalani, termasuk kelebihan dan kekurangannya. Satu hal yang pasti dari zona nyaman dalam berkarier adalah kerja. Pada intinya, kamu harus bekerja.

2. Apakah pekerjaan kamu sebagai produser radio masih berada di lingkup yang sama dengan pekerjaan kamu sebelumnya?

Sebelum menjadi produser radio, saya bekerja sebagai editor buku pelajaran sekolah. Ruang lingkupnya tentu sangat berbeda. Pekerjaan sebelumnya cenderung lebih statis, sedangkan sekarang kebalikannya. Saya harus mengatur dan menjaga siaran agar bisa on air dengan baik dan lancar. Saya melakukan lebih banyak hal, mulai dari bekerja sama dengan penyiar dan pihak-pihak terkait, membuat skrip, memikirkan topik obrolan bersama penyiar untuk program radio, mencari dan menghubungi narasumber, serta masih banyak lagi. Meskipun ada kesamaan, terutama di bagian membuat skrip atau mengedit tulisan, pekerjaan saya yang sekarang jauh lebih dinamis daripada pekerjaan sebelumnya.

3. Apa yang akhirnya membuat kamu berani untuk memulai langkah baru dan berpindah haluan pekerjaan?

dokumen pribadi

Pekerjaan saya sebelumnya cenderung statis. Itulah yang pada akhirnya membuat seorang Nedika Adityo memutuskan untuk pindah haluan ke pekerjaan yang bisa dibilang sangat berbeda media industrinya, dari buku ke radio. Di sisi lain, saya juga merasa tertantang dan ingin membuktikan ke diri sendiri kalau saya berani dan mau untuk keluar dari zona nyaman saya dengan segala rutinitas yang sudah saya jalani selama ini. Meskipun dunia radio tidak terlalu asing karena saya suka mendengarkan radio, bekerja langsung di industrinya tentu adalah hal yang berbeda. Saya sama sekali belum paham bagaimana industrinya pada waktu itu. Jadi, saya betul-betul banyak belajar dari awal hingga bisa di posisi ini sekarang.

4. Apa kesulitan yang dialami ketika harus memulai belajar kembali semua dari awal?

Karena industrinya berbeda, teknis pelaksanaannya pun jelas berbeda. Contohnya, penulisan naskah di radio harus singkat, jelas, dan tidak boleh bertele-tele. Sementara itu, naskah di buku justru harus disampaikan dengan jelas. Selain itu, beberapa kata yang digunakan dalam skrip radio harus sesuai dengan ragam percakapan, bukan ragam tulisan seperti di buku.

Sewaktu di awal menjadi produser, seorang Nedika Adityo juga belum bisa memahami demografi pendengar radio tempat saya bekerja. Padahal itu adalah hal wajib. Demografi tersebut mulai dari usia, status sosial, pekerjaan, hobi, sampai tempat hangout. Seiring berjalannya waktu, saya terus belajar dan bisa memahami demografi ini dengan baik.

5. Bagaimana pengalaman hari pertama kamu menjadi produser di Brava Radio?

nedika-adityo
dokumen pribadi

Waktu itu saya dipercaya sebagai produser untuk menangani program Midday Break di siang hari. Di program itu ada segmen Music Monday with Leonardo Ringo, yang dulunya juga penyiar di Brava Radio. Jadi di segmen ini, Brava Radio akan mengundang musisi atau pengamat musik untuk tampil sekaligus berbincang dengan Leonardo Ringo. Nah, tugas saya pada waktu itu adalah menghubungi sekaligus berkoordinasi langsung dengan para musisi atau pengamat musik yang akan hadir.

Saya ingat sekali, musisi pertama yang saya hubungi untuk hadir pada waktu itu adalah Adhitia Sofyan. Sungguh jadi pengalaman yang menarik dan asyik karena di pekerjaan sebelumnya saya tidak memiliki deskripsi pekerjaan seperti itu.

6. Hal apa yang kamu sukai dari profesi kamu saat ini?

Bekerja di dunia radio itu sangat berwarna. Saya bisa berhubungan dengan orang-orang yang sebelumnya mungkin hanya bisa saya lihat di media sosial, saya komentari postingan Instagramnya, atau menyaksikan mereka tampil lewat YouTube. Dulu mungkin seorang Nedika Adityo hanya bisa sekadar bertanya-tanya, “Saya bisa nggak ya bertemu dengan musisi itu? Bisa nggak ya berbincang dengan pengamat musik itu atau sosok lainnya yang saya kagumi?” Namun, dengan bekerja di media radio ini, hal itu kini menjadi mungkin. Seorang Nedika Adityo bisa mengenal dan dikenal oleh orang-orang yang dulunya hanya bisa saya khayalkan. Saya bahkan bisa mengenal mereka secara personal.

Selain itu, bekerja di radio berhubungan dengan musik. Rasanya lebih enjoy dan rileks saat bekerja karena selalu ditemani dengan musik. Jadi kalau kamu pencinta musik, mungkin bekerja di radio bisa jadi salah satu pilihan yang bisa kamu pikirkan.

7. Apa tantangan menjadi seorang produser di radio?

Tantangan utamanya harus bisa mengatur pekerjaan yang ada dengan tepat. Karena deadline di radio itu sangat ketat. Selain harus bisa bertanggung jawab dengan pekerjaan di program radio, kamu juga harus bisa menyelesaikan permintaan untuk pembuatan skrip iklan dari bagian marketing atau penjualan.

Di masa sebelum pandemi, seorang produser juga harus melakukan live report ke sebuah acara atau kegiatan tertentu. Nah, kemampuan olah vokal seperti smiling voice dan artikulasi juga harus dikuasai. Jadi bisa terdengar jelas dan enak saat on air.

8. Momen apa yang paling tidak bisa kamu lupakan saat menjadi produser radio?

Momen saat mengundang musisi legendaris Indonesia menjadi tamu di Brava Radio. Waktu itu yang menjadi bintang tamu adalah Fariz RM. Saya senang dan puas sekali bisa melihat beliau tampil secara langsung. Saya juga sangat antusias karena bisa mendengarkan cerita tentang karier bermusiknya, pengalaman hidup, dan sebagainya dari dekat.

9. Sebagai seseorang yang bisa dibilang lebih berpengalaman, menurut kamu kemampuan apa saja yang harus dimiliki seseorang yang ingin menjadi produser radio?

Penting sekali untuk bisa melakukan riset secara mendalam terkait hal yang akan diolah menjadi sebuah informasi baru. Karena informasi yang sudah diriset dan diolah ini nantinya bisa menjadi sebuah topik obrolan yang menarik untuk pendengar radio. Kemampuan lain yang sebaiknya juga harus dimiliki adalah script writing, mixing atau video editing, olah vokal, dan voice over.

10. Apa tips atau motivasi untuk teman-teman yang masih ragu mengambil langkah baru karena masih terjebak di zona nyaman?

Kalau kamu masih ragu dalam mengambil keputusan untuk keluar dari zona nyaman, pastikan banget kalau kamu memahami atau memikirkan kembali segala risiko dari zona baru yang akan kamu hadapi. Artinya, kamu harus bisa menerima dan berdamai dengan apa pun yang akan terjadi di depan. Kamu juga harus mengetahui segala hal atau seluk beluk dunia atau zona baru yang akan kamu geluti selanjutnya. Penting untuk melakukan riset sebelum melakukan segala hal, termasuk untuk keluar dari zona nyaman itu sendiri. Caranya bisa dimulai dengan berbincang dengan orang yang kamu yakini bisa memberikan pandangan baru. Pastikan juga kalau orang tersebut memang berpengalaman di zona baru yang mau kamu tuju. Sisanya, fight aja alias berjuang untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan yang baru.

Tetap tinggal atau keluar dari zona nyaman adalah sebuah pilihan. Jika ingin tetap tinggal, pastikan untuk tidak terlena. Artinya, jangan sampai kamu menutup diri terhadap hal-hal baru yang bisa memperluas zona nyaman kamu. Namun jika yang kamu pilih justru sebaliknya, jangan lupa untuk memantapkan langkah dengan melakukan banyak riset ya. Setelahnya, bersemangatlah untuk berjuang menghadapi situasi yang baru. Semoga impian menjadi semakin dekat untuk diwujudkan.

Related Articles

Leave a Comment