Home Film 6 Film dengan Tema Difabel yang Penuh Inspirasi

6 Film dengan Tema Difabel yang Penuh Inspirasi

film-difabel

Keberadaan difabel sering kali dianggap sebelah mata oleh beberapa orang karena memiliki keterbatasan. Padahal, banyak sekali dari mereka yang berhasil dan berprestasi. Mereka sungguh mampu menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah sebuah halangan, melainkan menjadi ujung tombak yang jadi penyemangat. Beberapa kisah tentang difabel pun akhirnya diangkat ke layar kaca menjadi sebuah tema yang nggak hanya menumbuhkan rasa empati, tetapi juga mampu menjadi inspirasi. Berikut adalah daftar film dengan tema difabel yang bakalan sayang banget kalau kamu lewati.

1. My Name Is Khan

Film drama sosial yang dibintangi oleh Shah Rukh Khan ini menceritakan tentang perjalan hidup Rizwan seorang Muslim yang memiliki sindrom Asperger. Keadaan Rizwan yang butuh perhatian khusus membuat adiknya iri dan akhirnya memilih untuk pergi ke San Fransisco. Setelah dewasa, Rizwan menyusul sang adik ke San Fransisco. Malangnya, serangan teroris yang menyudutkan Muslim membuat Rizwan mengalami diskriminasi. Anak Rizwan bahkan mendapat perundungan hingga meninggal. Hal itu membuat Rizwan bertekad untuk bertemu dengan presiden Amerika Serikat. Ia ingin mengungkapkan bahwa ia adalah seorang Muslim, tetapi ia bukanlah teroris. Meskipun Rizwan seringkali kesulitan karena sindrom Asperger yang ia miliki, ia tidak pernah sekalipun patah semangat untuk mewujudkan tekadnya.

2. Wonder

Diangkat dari novel dengan judul yang sama karya R.J. Palacio, film dengan tema difabel ini menceritakan kisah Auggie, seorang anak laki-laki dengan kelainan bentuk wajah yang sangat langka. Kelainan ini dikenal dengan mandibulofacial dystosis, yang kemungkinan sindrom Treacher Collins. Menjelang remaja, Auggie yang biasa home scholling akhirnya masuk ke sekolah swasta. Hal ini tentu tidak mudah. Dengan kondisinya, Auggie kerap diremehkan dan mendapat perundungan. Meskipun hanya memiliki satu sahabat di awal, Auggie pada akhirnya menunjukkan bahwa ketulusan dan kebaikan hatinya mampu menyentuh dan menginsipirasi orang lain, termasuk teman-temannya yang pernah meremehkannya.

3. The Theory of Everything

Film ini berhasil membawa Eddie Redmayne pulang dengan Piala Oscar sebagai aktor terbaik ini memang punya jalan cerita yang keren banget. Film ini mengisahkan tentang perjalanan hidup Stephen Hawking yang dimulai saat ia kuliah di Cambridge University. Saat sedang melakukan penelitian untuk tesisnya, Stephen Hawking menemukan bahwa ia  didiagnosis motor neuron disease yang bisa membuat semua otot dalam tubuhnya tidak dapat berfungsi dengan baik. Untungnya, penyakit tersebut tidak akan memengaruhi kemampuan otak dan pikirannya. Kondisinya fisiknya makin hari makin terasa sulit untuk beraktivitas. Belum lagi hubungannya dengan orang yang ia cintai juga turut diuji karena penyakit yang ia alami. Namun, semua hal itu nggak membuatnya terpuruk. Stephen Hawking tetap semangat meneruskan penelitian sebagai hasil pemikirannya dan menulis sebuah buku yang memiliki penjualan terbaik secara internasional.

4. Marathon

Cho-Won didiagnosis gangguan autisme sejak bayi. Hal itu membuat ia sulit diterima di lingkungannya. Kyung-sook, sang ibu berusaha membuat Cho-Won menjadi seseorang yang dapat dibanggakan. Melihat bahwa Cho-Won sangat lepas ketika berlari, akhirnya Kyung-sook mencoba fokus pada kemampuan berlari Cho-Won. Ia pun mulai mendaftarkan lomba maraton amatir sampai mencarikan pelatih supaya Cho-Won bisa berhasil. Film dengan tema difabel ini diangkat dari kisah nyata pelari maraton bernama Bae Hyeong-jin ini tidak hanya mampu menyentuh hati, tetapi juga banyak menghadirkan pesan positif melalui perjalanan hidup Chu-Won dan perjuangan seorang ibu dalam membersamai anaknya dalam kondisi apapun.

5. Miracle of Giving Fool (Ba:Bo)

Film Korea bertema keluarga sebagian besar memang mampu mencuri perhatian karena nggak cuma akting pemainnya yang keren, tetapi juga jalan cerita yang menyentuh hati. Contohnya film ini nih. Bercerita tentang kasih sayang Sung Ryong, seorang kakak yang mengalami kerusakan otak karena pernah keracunan briket di waktu kecil. Sang Ayah meninggal dalam insiden ini karena berusaha menyelamatkan Sung Ryong. tidak berselang lama, ibunya pun menyusul berpulang setelah melahirkan adiknya. Mendapati kakaknya dengan kondisi keterbelakangan mental, Jee In sebagai adik sangat membenci Sung Ryong. Sampai suatu ketika Jee In sakit dan harus membutuhkan donor ginjal. Ia pun akhirnya menyadari betapa kakaknya begitu menyayangi dan melindungi dirinya. Ending film ini bakalan mengandung banyak bawang yang bisa bikin hati potek. Jangan lupa siapin tisu untuk teman nonton kamu ya.

6. Dancing in The Rain

Di Indonesia juga ada lho film dengan tema difabel yang cukup menarik perhatian. Diperankan oleh Dimas Anggara dan Christine Hakim, film ini menceritakan tentang sosok Banyu, seorang difabel dengan spektrum autisme yang diasuh dan dibesarkan sejak kecil oleh Eyang Uti. Dalam film ini, beberapa stigma negatif terhadap difabel yang sering terjadi turut dimunculkan, seperti mendapatkan perundungan atau dianggap tidak normal. Namun, hal penting yang dapat dipetik adalah betapa difabel dengan spektrum autisme yang kerap diremehkan, pada umumnya justru merupakan orang yang cerdas. Hal ini digambarkan dalam adegan Banyu yang berhasil menjadi juara sains tingkat nasional. Selain itu, film ini juga mengingatkan kita bahwa memiliki sebuah keterbatasan bukan berarti seseorang tidak patut memperoleh cinta dan kasih sayang. Sebagai manusia, mereka juga berhak untuk dicintai dan disayangi.

Tokoh utama dalam semua film ini seolah memberikan gambaran bahwa memiliki keterbatasan memang nggak mudah untuk dilewati, apalagi saat harus menghadapi stigma dan stereotype di masyarakat. Namun, hal itu bukanlah menjadi penghalang untuk seseorang memperoleh kasih sayang dan meraih mimpinya. Semoga semangat ini turut sampai ke hati kamu ya.

Related Articles

Leave a Comment