Home Film Latar Indonesia, 5 Film Dokumenter ini Bikin Kaya Wawasan

Latar Indonesia, 5 Film Dokumenter ini Bikin Kaya Wawasan

film-dokumenter

Peminat film dokumenter mungkin tidak sebanyak orang yang menggemari film-film box office. Namun semakin ke sini, film dokumenter dirasa semakin memiliki daya tarik tersendiri. Kemajuan teknologi yang memungkinkan pengambilan gambar dapat dilakukan dari berbagai sisi tentu turut punya andil. Selain membuat jalan cerita menjadi lebih menarik, penonton juga bisa menikmati dan memahami jalan cerita dengan lebih jelas. Karena biasanya menjelaskan tentang suatu keadaan atau peristiwa, film dokumenter pada umumnya memang sarat dengan informasi. Contohnya seperti film-film dokumenter dalam daftar berikut.

1. Jagal (The Act of Killing)

Dokumenter ini sempat ramai menjadi perbincangan setelah penayangan perdananya. Ramai karena hal yang disorot dalam dokumenter ini adalah tentang kisah pelaku pembunuhan anti-PKI yang terjadi di kisaran tahun 1965-1966. Disutradarai oleh Joshua Oppenheimer, dokumenter ini menghadirkan Anwar Congo selaku pelaku pembantaian yang merupakan tokoh utama pendiri organisasi paramiliter sayap kanan Pemuda Pancasila pada saat itu.

Dokumenter yang merupakan hasil kerja sama Denmark, Inggris, dan Norwegia sebagai proyek Docwest dari Universitas Westminster ini berhasil menyabet beberapa penghargaan. Sebut saja Film Dokumenter Terbaik pada British Academy Film and Television Arts Awards 2013 dan nominasi Film Dokumenter Terbaik pada Academy Awards ke-86.

2. Senyap (The Look of Silence)

Senyap adalah film lanjutan dari Jagal. Masih dengan sutradara yang sama, Senyap juga mengangkat tema pembantaian massal 1965. Jika pada dokumenter Jagal sudut pandang yang diambil adalah dari sisi pelaku, dalam dokumenter Senyap yang dibahas adalah dari sudut pandang korban. Melalui dokumenter ini, kita akan diajak bertemu dengan Adi, salah satu penyintas dan keluarga yang dituduh sebagai bagian dari PKI.

Senyap pertama kali ditayangkan bertepatan dengan hari HAM Sedunia pada 10 Desember 2014. Sama seperti dokumenter pendahulunya, Senyap juga menjadi film dokumenter yang berhasil masuk nominasi Academy Awards ke-88.

3. Banda (The Dark Forgotten Trail)

Dokumenter yang disutradarai oleh Jay Subiakto ini menceritakan tentang Kepulauan Banda, penghasil rempah-rempah, terutama pala yang pada saat itu memiliki nilai yang lebih mahal dibandingkan emas. Pala pada akhirnya memberikan banyak sejarah di Banda, tentang bagaimana dulu Pala diperebutkan hingga akhirnya perlahan mulai ditinggalkan.

Menghadirkan Reza Rahadian dan Ario Bayu sebagai narator, dokumenter ini sempat dilarang untuk tayang karena dirasa dapat memicu konflik antarsuku. Dengan durasi 99 menit, Banda The Dark Forgotten Trail mampu membawa kita pada perjalanan sejarah Banda dengan masyarakat yang multikultural, tetapi selalu menjunjung kesatuan.

4. Heaven for Insanity

Dalam dokumenter ini, kita akan diajak bertemu dengan Watmo, pria yang hidup sesuai dengan apa yang ia mau. Watmo akhirnya dibawa ke lembaga kejiwaan karena dirasa meresahkan. Selama menjalani terapi pengobatan, Watmo malah merasa frustasi dan terkekang. Ia tidak bisa lagi hidup bebas. Ia harus hidup sesuai dengan aturan yang ditetapkan lembaga kejiwaan. Sungguh sangat berbanding terbalik dengan apa yang selama ini ia imajinasikan tentang sebuah lembaga kejiwaan.

Ide cerita yang lain dari biasanya membuat dokumenter ini berhasil menjadi Official Selection tidak hanya di Indonesia, tetapi juga sampai ke Melbourne dan Rotterdam. Film yang disutradarai Dria Soetomo ini pun berhasil memperoleh penghargaan film dokumenter pendek di Festival Film International Anuu-ru Aboro 2011 di New Caledonia, Perancis.

5. Sexy Killer

Diproduksi oleh Watchdoc, Sexy Killer menceritakan tentang sisi kelam tambang batu bara di Indonesia. Disutradarai oleh Dandhy Laksono dan Suparta Arz, dokumenter ini menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi di balik terangnya lampu-lampu ibu kota, siapa pemilik saham perusahaan-perusahaan tambang batu bara, dan bagaimana penambangan batu bara berdampak pada lingkungan dan kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Dokumenter ini sempat ramai menjadi perbincangan menjelang Pemilihan Umum 2019. Banyak masyarakat yang terkejut, karena tidak menyangka bahwa industri pertambangan batu bara di Indonesia memiliki kaitan erat dengan dunia perpolitikan dalam negeri.

Wah, tiap dokumenter punya tema cerita yang menarik ya. Dokumenter nomor berapa nih yang bikin kamu penasaran buat ditonton duluan?

Related Articles

Leave a Comment