Home Food Bukan Angkringan, Icip 5 Kuliner Malam Jogja nan Legendaris

Bukan Angkringan, Icip 5 Kuliner Malam Jogja nan Legendaris

Saat malam tiba, kota Jogja seakan tak pernah tidur. Jika siang hari menyajikan keramahan, malam harinya menyuguhkan kenyamanan. Wajar memang kalau kota ini mudah terkenang di hati para wisatawan. Di penghujung petang biasanya banyak wisatawan berpusat di Malioboro untuk menikmati kemerlap lampu kota dan orang lalu lalang. Citra budayanya yang begitu khas tampak lewat lantunan musik keroncong yang dimainkan pengamen jalanan.

Biasanya para pendatang akan menghabiskan malam di Jogja dengan duduk-duduk santai di angkringan sambil menyeruput kopi joss atau susu jahe beserta hidangan lainnya. Namun, perlu kamu ketahui bahwa kuliner malam di Jogja nggak melulu tentang angkringan kok. Kamu bisa icip-icip 5 kuliner malam Jogja ini kalau sedang berkunjung ke kota paling ramah ini. Yuk, simak ulasannya!

1. Lumpia Samijaya yang gurihnya nggak bisa ditolak

Bagi warga lokal Jogja pastinya sudah nggak asing lagi mendengar Lumpia Samijaya, letaknya di Jl. Malioboro tepatnya di depan Hotel Mutiara. Sudah ada sejak tahun 70’an, lumpia ini disebut-sebut sebagai street food legendaris. Kuliner ini hanya menjual dua menu, yaitu lumpia ayam seharga 5 ribu Rupiah dan lumpia spesial dengan ekstra telur puyuh seharga 6 ribu Rupiah. Kalau kamu membeli saat weekend atau musim liburan, mohon bersabar mengantre ya. Duduk santai sambil menikmati senja di Jogja memang lebih nikmat jika ditemani Lumpia Samijaya. Pokoknya wajib banget masuk list kamu deh!

2. Nasi Langgi Pak Man punya cita rasa pedas yang nagih

Siapa bilang kalau makanan di Jogja manis-manis? Kamu harus cobain dulu nih Nasi Langgi Pak Man. Kuliner ini dinamakan nasi langgi sebab dijajakan pada malam hari, “Nasi Menjelang Pagi”. Berada di sekitar kampung Pingit, ternyata Nasi Langgi Pak Man telah dirintis sejak tahun 1988 dengan hidangan sederhana seperti tempe kering, rica-rica ayam, oseng-oseng usus, jamur, teri, dan daun pepaya. Paduan semuanya ini menghasilkan rasa pedas yang menggiurkan. Meskipun tempatnya sederhana, kuliner malam Jogja ini tak pernah sepi pengunjung. Lokasinya yang tak jauh dari area belanja Malioboro bikin kamu langsung bisa cuss belanja setelah perut kenyang.

3. Bakmi Kadin yang selalu antre karena rasanya yang bikin pengin balik lagi

Saat berkunjung ke Jogja, mungkin kamu akan menemukan banyak pedagang bakmi jawa di sepanjang jalan. Namun, kamu nggak boleh melewatkan kedai Bakmi Kadin yang terletak di Jl. Bintaran Kulon ini. Kuliner legendaris ini telah menyuguhkan resep terbaiknya sejak tahun 1947. Kamu harus sabar menunggu sebab bakmi ini tidak dimasak sekaligus, tetapi satu per satu sehingga cita rasanya sangat memuaskan. Tenang saja, penantianmu akan sebanding kok dengan nikmat dan hangatnya bakmi yang gurihnya bikin pengen nambah lagi. Selagi menunggu, kamu bisa memesan bajigur yang dilengkapi kelapa muda, roti tawar, kolang-kaling, dan jahe. Kenikmatan bakmi ini pantas diacungi jempol, maknyus pokoknya!

4. Sate Klatak Pak Bari jadi idola banyak selebriti

Bertempat di sudut kota Jogja, Sate Klatak Pak Bari juga jadi idola wisatawan nih. Berlokasi di Pasar Wonokromo, Pleret, Jl. Imogiri Timur, kuliner malam Jogja ini selalu ramai diburu para pecinta sate kambing. Hal paling khas yang membedakan sate klatak dengan sate kambing lainnya adalah jeruji sepeda sebagai tusukannya. Terbuat dari daging pilihan, yakni kambing muda 8 hingga 9 bulan sehingga satenya terasa lembut dan gurih. Meskipun tempatnya cukup sederhana, tetapi Sate Klatak Pak Bari ini sudah jadi idola banyak pejabat dan selebriti, lho. Bahkan ada tur khusus yang menjadikan sate klatak ini sebagai destinasi semenjak dipopulerkan oleh film AADC 2.

5. Manjakan perut di malam hari dengan hidangan Gudeg Pawon

Meskipun buka pukul 10 malam, tetapi hal tersebut tidak menurunkan antusiasme wisatawan ataupun warga lokal untuk mengenyangkan perut dengan Gudeg Pawon. Kuliner malam ini berlokasi di Jl. Prof. DR. Soepomo, Janturan Umbulharjo, Yogyakarta. Sepak terjangnya di dunia kuliner berawal sejak tahun 1958. Nggak heran deh kalau gudeg yang satu ini layak menyandang predikat makanan legendaris di Jogja. Cara masak menggunakan kayu bakar menjadi ciri khas yang menciptakan cita rasanya tak tertandingi. Kalau mau ke sini jangan tunggu nanti, justru semakin malam antreannya akan semakin panjang mengular. Bahkan ada yang rela antri sejak jam 8 malam loh!

Jangan biarkan Jogja yang punya segudang rindu untuk bertemu ini menunggu kamu. Yuk, kulineran sekarang!

Related Articles

Leave a Comment