Home Fun Fact Langkah Sederhana Capai Finansial Sehat Sebelum Usia 30

Langkah Sederhana Capai Finansial Sehat Sebelum Usia 30

finansial-sehat

Masalah finansial menjadi hal esensial yang harus diatur sedemikian rupa agar hidup lebih mudah. Perihal yang satu ini akan berdampak ke berbagai persoalan kalau kamu menanggapnya remeh. Misalnya saja, kamu punya tujuan setahun lagi punya kendaraan roda dua, kalau kamu tak pandai mengatur keuangan tentu saja hal tersebut sulit dicapai. Oleh sebab itu, cashflow yang baik pastilah menjadi harapan setiap insan. Apalagi dengan finansial yang sehat sebelum usia 30, siapa yang tak mau?

Usia 30 terbilang sudah cukup matang, entah dalam hal berpikir, pengalaman hidup, dari segi karir, hingga urusan keuangan. Nah, dengan langkah-langkah sederhana ini dijamin impianmu untuk memiliki keuangan yang sehat sebelum menyentuh usia 30 akan mudah terealisasikan!

1. Rencanakan tujuan jangka pendek dan jangka panjang

Biasanya yang membuat kita termotivasi melakukan sesuatu hal adalah karena adanya tujuan-tujuan yang ingin diwujudkan. Begitu pula dengan keuangan yang sehat, kamu perlu merencanakan tujuan baik jangka pendek maupun jangka panjang. Ketika tujuan-tujuan tersebut sudah kamu tetapkan, pastilah kamu pun akan berpikir mengenai bagaimana pengelolaan keuangannya.

Misalnya, dalam jangka pendek kamu ingin tabunganmu sejumlah sekian juta dalam 3 bulan untuk berlibur ke tempat impianmu maka kamu pun akan menyisihkan sekian persen pendapatanmu untuk mewujudkan hal tersebut. Sama halnya dengan jangka panjang. Misalnya 5 tahun ke depan kamu ingin memiliki rumah atau mobil sendiri, maka kamu perlu melihat kemampuanmu dengan cicilan per bulan dan mengatur tabungan untuk membayar DP. Itulah mengapa pentingnya sebuah tujuan, agar prosesnya pun terancang dengan baik.

2. Sesuaikan gaya hidup dengan kemampuan finansial

Semakin bertambahnya usia, kamu akan semakin mengenali mana hal baik dan buruk yang harus kamu filter dalam hidup, mulai dari lingkungan sampai gaya hidup. Dengan adanya tujuan jangka pendek ataupun jangka panjang yang memotivasi kamu untuk menabung, sebaiknya kamu mulai menyesuaikan gaya hidup dengan kemampuan finansial. Self reward untuk dirimu karena sudah bekerja keras tentu boleh saja, asalkan jangan sampai terlalu konsumtif dan mengutamakan gengsi semata. Ingatlah bahwa kamu tak hanya hidup untuk hari ini.

3. Membuat pos-pos pengeluaran

Pos-pos pengeluaran dimaksudkan untuk membuat cashflow kamu terbagi dengan jelas sesuai dengan porsi dan kebutuhan setiap pos. Jadinya semua kebutuhanmu tercukupi dengan adil karena adanya pos-pos pengeluaran ini. Dilansir dari bni-life.co.id, ada 11 pos yang dapat menjadi acuan kamu dalam mengatur pengeluaran, yakni untuk amal 10%, tabungan 10%, makan 10-15%, keperluan rutin (iuran listrik, gas, pulsa) 5-10%, tempat tinggal 25%, transportasi 10%, kesehatan (vitamin atau check up rutin) 5-10%, asuransi (kesehatan atau pendidikan) 10-25%, pengeluaran pribadi 5-10%, serta kebutuhan tak terduga 5-10%.

Pos pengeluaran tersebut bisa kamu atur sedemikian rupa sesuai kebutuhan dan kemampuan, yang penting kamu tahu pasti besaran pengeluaran yang perlu kamu berikan untuk setiap kebutuhan. Tanpa adanya pos-pos pengeluaran yang jelas, bukan tak mungkin kalau rencana menabung jadi terhambat karena pengeluaran tak dikendalikan dengan bijak.

4. Jangan ambil cicilan lebih dari 35% gaji

Cicilan yang masih terbilang sehat, yakni tidak melebihi 35% dari gaji per bulan. Mungkin saja kamu membutuhkan sebuah barang secara mendesak dan mau tak mau pembayaran yang bisa kamu lakukan adalah mencicilnya. Misalnya mengganti gadget yang rusak atau bahkan kamu sudah berhasil mengangsur rumah ataupun kendaraan. Kalau kamu memiliki cicilan yang harus dibayar setiap bulannya maka kamu juga tak boleh luput memasukan cicilan dalam pos pengeluaran. Ada 2 jenis cicilan yang perlu kamu pahami:

  • Cicilan Konsumtif

Barang-barang yang kamu cicil untuk memuaskan keinginan semata seperti gadget, tas, atau barang branded lainnya dapat dikatakan sebagai cicilan konsumtif. Barang-barang tersebut akan mengalami depresiasi sehingga nilai jualnya pun akan rendah. Sama halnya dengan kendaraan, cicilan konsumtif berdampak pada cash flow karena kamu harus membayar tagihan tanpa ada tambahan pemasukan dari barang yang dicicil. Namun, lain halnya jika barang-barang tersebut digunakan untuk mendapatkan keuntungan seperti membeli sepeda motor untuk ojek online, membeli kamera, atau handphone dengan spesifikasi unggulan untuk mengoptimalkan hasil kerja.

  • Cicilan Produktif

Pinjaman yang bertujuan untuk investasi atau diputar untuk menambah pendapatan sebagai modal dagang merupakan cicilan produktif. Cicilan produktif bertujuan bukan untuk membeli barang-barang branded atau memuaskan keinginan semata tapi untuk mendapat keuntungan finansial dari cicilan tersebut. Tak hanya modal usaha, cicilan KPR, atau cicilan renovasi rumah dapat menjadi cicilan produktif karena nilai jual rumah akan selalu naik.

5. Mulai konsisten menabung dan berinvestasi

Hal terpenting dari sehatnya keuangan sebelum usia 30 adalah konsisten menabung. Nggak perlu langsung menabung dengan nominal yang banyak, cukup dengan konsistensi yang nyata. Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit akan terealisasikan kalau kamu tidak sering melanggar jumlah menabung setiap bulannya. Tak hanya konsisten menabung, banyak juga pilihan investasi aman untuk menyimpan uangmu seperti deposito, tabungan emas, atau reksadana. Namun kamu tetap harus bertindak bijak dalam menginvestasikan uangmu dalam pilihan investasi yang ada.

Sebagai contoh, setelah 12 bulan menabung, kamu bisa mendepositkan tabunganmu di bank kalau kamu belum membutuhkan uang tersebut dalam jangka waktu 1 tahun atau kamu bisa membeli emas mulia dalam jumlah gram sesuai kemampuanmu. Kamu bisa juga membuat pos-pos tabungan lagi, dari tabungan yang kamu sisihkan kamu bisa menabung 10% untuk reksadana dan sisanya disimpan dalam rekening tabungan yang berbeda dengan rekening sehari-hari.

6. Stop Kebiasaan Berhutang

Demi mewujudkan finansial yang sehat di usia 30, saatnya kamu mulai bijak mengurangi penggunaan kartu kredit. Tak sedikit kaum urban yang ketergantungan dalam menggunakan kartu kredit yang akhirnya berdampak pada urusan finansial mereka. Buat apa bergaya ini itu namun hutang pun kian menumpuk? Hutang lainnya seperti pinjaman online dan pay later harus segera kamu hentikan agar hidup lebih tenang dengan bebas hutang. Nah, itulah mengapa menyesuaikan gaya hidup dengan kemampuan finansialmu sangatlah penting demi keuangan yang sehat.

Dimulai dari langkah sederhana yang sudah dijabarkan diatas, finansial yang sehat di usia 30 bukan lagi khayalan. Mengingat kebutuhan dan pendapatan setiap orang tentunya berbeda-beda, yang terpenting sebisa mungkin menghindari hutang, menyesuaikan gaya hidup, dan konsisten dalam menabung meski nominalnya tak harus selalu besar.

Related Articles

Leave a Comment