Home Health Nabila Ghassani, Memaafkan Masa Lalu dengan Hipnoterapi

Nabila Ghassani, Memaafkan Masa Lalu dengan Hipnoterapi

Nabila Ghassani

Isu terkait kesehatan mental belakangan ini menjadi topik perbincangan hangat, terutama di kalangan milenial. Banyak anak muda atau kalangan usia produktif yang memiliki masalah dengan luka batin atau tekanan akibat pekerjaan dan interaksi sosial. Apalagi ditambah dengan situasi pandemi saat ini yang mengharuskan orang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Hal ini juga yang membuat para psikolog, psikater, atau terapis jadi ‘laris manis’ meladeni konsultasi dari banyak orang. Termasuk sosok Nabila Ghassani, seorang counselor dan hypnotherapist.

Perempuan yang akrab disapa Bia ini sudah tertarik dengan dunia kesehatan mental sejak masa remaja. Katanya sih kalau kamu mau tetap hidup sehat secara mental, semuanya bisa dimulai dari diri sendiri. Wah, gimana ya caranya? Yuk, simak cerita lengkap Nabila Ghassani berikut.

1. Sejak kapan kamu mulai tertarik dengan dunia kesehatan mental?

Awalnya sih karena saya senang membaca buku tentang pengembangan diri. Seiring berjalannya waktu, sekitar tahun 2011, saya sering mengalami sakit kepala yang terus timbul silih berganti. Sudah mencoba berkonsultasi dengan dokter dan melakukan pengecekan secara medis, tetapi hasilnya normal-normal saja. Hingga akhirnya di tahun 2012, saya mulai mengenal dunia meditasi dan self healing. Saya pun berlatih mengolah dan menyeimbangkan energi tubuh hingga sakit tersebut hilang di tahun 2013.

Pada tahun 2015, ketertarikan tersebut menggiring saya untuk belajar hipnoterapi. Setelah mengikuti training, saya memberanikan diri mencoba teknik hipnoterapi ke teman saya yang saat itu mengalami krisis kepercayaan diri. Nggak disangka, setelah selesai diterapi ia jadi lebih ceria dan percaya diri. Perasaan puas dan senang dari kejadian inilah yang membuat seorang Nabila Ghassani ini mantap untuk terus belajar dan menjadi certified hypnotherapist.

2. Bagi orang awam, apa sih hipnoterapi itu?

Hipnoterapi merupakan sebuah metode terapi yang dilakukan untuk secara spesifik mengakses pikiran bawah sadar melalui pendekatan relaksasi progresif sehingga kita bisa melakukan intervensi psikologis pada akar masalah di dalamnya. Fokus penanganannya ditujukan untuk perbaikan langsung di pikiran bawah sadar, level di mana akar masalah tersimpan. Jika akar masalah di pikiran bawah sadar yang berhubungan dengan gejala masalah terselesaikan, proses pemulihan akan lebih efektif.

Dengan hipnoterapi kita bisa mengetahui akar masalahnya selama ini. Saat itu telah pulih dan ada proses pemaknaan ulang, gejala masalah di level pikiran sadar juga akan ikut pulih. Pikiran sadar pun akhirnya bisa memahami program yang selama ini beroperasi di pikiran bawah sadar.

Selain mempraktikkan teknik ini ke orang lain, saya pun mulai melakukan self-hypnosis kepada diri sendiri hingga saat ini. Perubahan yang saya rasa seperti luka batin yang selama ini menghambat mulai berangsur pulih.

3. Penting nggak sih seseorang memaafkan masa lalu?

Penting banget! Sampah batin yang kita pendam seperti tidak menerima dan memaafkan masa lalu itu jadi beban yang menghambat perkembangan diri kita, sadar atau tidak ya. Dengan menerima dan membebaskannya, kita bisa menjalani hidup lebih ringan, lega, dan damai.

4. Apa bedanya energy balancing therapy​ dan ​human design?

Selain hypnotherapist, saya juga berprofesi sebagai human design reader dan energy therapist. Untuk energy therapy, saya belajar dengan bimbingan seorang mentor sejak tahun 2012. Saya mulai melatih intuisi saya untuk melakukan pemulihan di titik-titik tubuh yang terasa tidak nyaman karena adanya aliran energi yang terhambat. Kalau untuk human design, saya belajar dari kelas akademi psikoterapi. Perubahan yang dialami cukup signifikan seperti lebih mengenal diri, lebih sadar akan potensi diri, serta hidup dengan lebih ringan dan less resistancy.

5. Gimana cara menjaga kesehatan mental saat pandemi?

Saat pandemi melanda dan semua orang #DiRumahAja, ada seorang teman yang membutuhkan ketenangan batin. Saya pun memulai sesi hanya untuk teman-teman dekat. Setelah selesai sesi pertama dan mereka merasakan perubahan yang cukup signifikan, akhirnya saya memutuskan untuk membuka sesi ini bagi kalangan umum. Program yang diberi nama #meditasiakhirpekan ini diadakan di bulan Mei yang lalu dengan tema yang berbeda-beda tiap minggunya. Harapannya agar lebih banyak orang lagi yang terbantu serta dapat memaafkan orang lain dan diri sendiri, melepas emosi, dan mencintai diri.

6. Kapan sih seseorang perlu bantuan profesional untuk support kesehatan mental dirinya?

Ada pandangan di masyarakat yang menganggap untuk bertemu dengan konselor/psikolog hanya orang dengan gangguan jiwa saja. Sebenarnya siapa saja boleh melakukan konsultasi untuk menjaga kesehatan mentalnya. Sebaiknya konsultasi dilakukan rutin dan berkala dengan konselor/psikolog untuk bisa mengecek perkembangan diri dan kesehatan mental, sama halnya kok dengan menjaga kesehatan fisik.

7. Apa pesan agar kita bisa hidup dengan bahagia?

Seorang Nabila Ghassani akan berkata sudah bahagia saat diri ini bisa menerima, bersyukur, dan merasa cukup dengan apa yang ada dalam diri dan hidup. Keselarasan tubuh, pikiran, dan jiwa akan menumbuhkan bahagia yang sejati. Di samping itu, memiliki keterampilan mengelola emosi dan self-healing di masa sekarang juga cukup penting. Berlatihlah untuk selalu sadar dengan segala emosi yang muncul dalam diri, amati, dan lakukan dialog dengan diri.

Agar bisa hidup dengan bahagia, batin tenang, dan tubuh sehat, perlu konsistensi dalam merawat diri secara holistik. Fokuskan perhatian ke dalam diri untuk menemukan kebahagiaan. Sebab sesungguhnya bahagia ada di dalam dirimu.

Related Articles

Leave a Comment