Home Sains 5 Fakta Tahun Kabisat, Leap Year Penyeimbang Waktu

5 Fakta Tahun Kabisat, Leap Year Penyeimbang Waktu

Februari di tahun kabisat atau yang biasa disebut leap year. Pastinya jadi hal yang paling ditunggu oleh orang-orang yang lahir pada tanggal 29 Februari. Yup! karena akhirnya mereka akan merayakan ulang tahun di tanggal sesungguhnya, bukan di tanggal 28 Februari ataupun 1 Maret. Dibalik tanggal yang hadir setiap empat tahun sekali ternyata menyimpan fakta menarik, lho. Tahun kabisat ini terjadi secara ilmiah yang dijabarkan pada penanggalan Masehi dan juga berpatokan pada matahari. Sebelum menikmati tanggal langka dengan momen menyenangkan, simak dulu yuk cerita dan fakta menarik tentang 29 Februari.

1. Sistem tahun kabisat merupakan penggabungan ‘waktu sisa’ dari tahun-tahun sebelumnya

Seorang astronom yang bernama Sosigenes of Alexandria mengusulkan adanya tahun kabisat karena sebetulnya bumi membutuhkan waktu 365,25 hari untuk mengelilingi matahari. Sementara, waktu yang dibenarkan adalah 365 hari. Sisa waktu 0,25 hari atau setara dengan 6 jam ini disimpan untuk satu hari di tahun kabisat. Oleh karena itu, terciptalah tanggal 29 Februari sebagai penyeimbang hitungan waktu empat tahun sebelumnya.

2. Orang yang lahir tanggal 29 Februari punya sebutan sendiri, yakni “Leaper”

Negara-negara di dunia menyebut tahun kabisat dengan leap year. Mengapa demikian? Kabisat merupakan resapan dari bahasa Arab “kabisah” yang artinya melompat. Istilah melompat dimaksudkan dengan perpindahan tanggal dari 28 Februari ke 1 Maret. Hal itulah yang membuat leap year disimbolkan dengan katak. Di beberapa negara, leap year menjadi momentum penting untuk merayakan hari jadi para leaper ini.

3. Dari 12 bulan yang ada, Februari yang pada akhirnya memiliki satu hari tambahan setiap 4 tahun sekali

Penetapan tanggal pada zaman Romawi kuno telah menjalani banyak perubahan yang melibatkan brainstorming para astronom dan juga pemimpin-pemimpin lainnya. Tahu nggak sih, kalau dulu sebelum August Caesar naik takhta, bulan Februari memiliki 29 hari dan menjadi 30 hari di tahun kabisat. Namun, saat ia menggantikan takhta Julius Caesar, ia mengambil satu hari di bulan Agustus untuk menyimbolkan namanya sehingga Juli dan Agustus sama-sama memiliki 31 hari dalam sebulan. Oleh karena itu, satu hari spesial setiap empat tahun sekali diberikan pada bulan Februari karena bulan tersebut memiliki hari yang paling sedikit.

4. Kalender Hijriyah juga memiliki tahun kabisat dengan perhitungan yang sedikit berbeda

Kalender Romawi dilihat berdasarkan periode peredaran semu tahunan matahari dari titik Aries sampai Aries lagi dalam 365,25 hari. Adapun kalender Hijriyah dilihat berdasarkan periode revolusi bulan selama 29,5 hari. Umumnya kalender Hijriyah memiliki 354 hari dalam setahun dan menambahkan 1 hari pada bulan Dzulhijah di tahun kabisat menjadi 355 hari. Penanggalan Hijriyah sudah memiliki waktu yang pasti setiap bulannya, yakni 29 dan 30 hari yang diselang-seling sehingga sistem kabisatnya dengan pola 233: 2 tahun normal, 1 tahun kabisat, 3 tahun normal, 1 tahun kabisat, 3 tahun normal, 1 tahun kabisat. Jadi, total kabisat selama periode 30 tahun adalah sebanyak 11 tahun dan 19 tahun sisanya normal.

5. Keistimewaan tahun kabisat membuatnya tak terlepas dari mitos-mitos yang beredar sejak lama

Mitosnya sih, orang-orang yang lahir di tanggal 29 Februari adalah orang yang berbakat, kreatif, dan memiliki kharisma tersendiri. Tiap negara juga menyimpan mitos seputar 29 Februari seperti orang Yunani yang menganggap 29 Februari adalah hari yang sial. Oleh karena itu, mereka percaya bahwa pasangan yang menikah di tahun kabisat akan bernasib buruk. Lain halnya dengan cerita rakyat di Irlandia yang beredar pada tahun 1200 justru menjadikan 29 Februari sebagai hari perempuan yang mana mereka boleh melamar kekasih laki-lakinya.

Terlepas dari mitos-mitos tersebut, 29 Februari tetaplah jadi tahun yang spesial bagi yang lahir di tanggal tersebut karena akhirnya mereka bisa merayakan ulang tahun di tanggal yang jarang sekali hadir. Pantas saja mereka terbilang istimewa. Bagaimana tidak, hari ulang tahunnya saja hanya empat tahun sekali.

Related Articles

Leave a Comment