Home Sains Rela Menukar Nyawa, 5 Hewan Ini Akan Mati Setelah Kawin

Rela Menukar Nyawa, 5 Hewan Ini Akan Mati Setelah Kawin

lebah-jantan

Alam memang misterius. Dibalik kemisteriusannya, terdapat banyak siklus hidup hewan yang ternyata begitu mencengangkan. Seperti adanya beberapa hewan yang harus mati setelah kawin dengan betina demi keberlangsungan spesiesnya. Eits, hal tersebut bukan karena adanya campur tangan manusia yang membunuh. Semua terjadi karena proses biologis.

Hewan-hewan tersebut bahkan harus mempertaruhkan nyawa untuk menciptakan generasi penerusnya. Miris sih, tetapi memang begitu adanya. Menukar nyawa demi bisa memenuhi kebutuhan biologis sudah menjadi hal yang wajar bagi mereka. Hewan apa aja sih yang rela mati demi cinta? Yuk, simak ulasannya!

1. Cengcorang betina melakukan kanibalisme saat kawin

Kisah sepasang cengcorang atau yang biasa dikenal belalang sembah saat sedang bereproduksi memang terdengar cukup horor nih, guys! Usut punya usut, sang betina akan kelaparan saat bercinta dan butuh banyak asupan protein untuk bertelur hingga akhirnya melahap kepala sang jantan dalam posisi kawin dan cengcorang jantan tetap bisa meneruskan proses reproduksi tersebut meski tanpa kepala.

Mungkin kamu bertanya-tanya bagaimana bisa betinanya melahap kepala cengcorang jantan dengan posisi jantan di belakang? Jadi, cengcorang betina akan menebas syaraf kepala jantan setelah penetrasi berjam-jam, guys! Wah, segitu besarnya ya pengorbanan reproduksi belalang sembah jantan hingga rela mengorbankan kepalanya. Namun, hal tersebut hanya terjadi 16% dari seluruh perkawinan dan kebanyakan cengcorang jantan melarikan diri.

2. Lebah jantan hanya kawin satu kali seumur hidup

Kalian pasti sudah tahu dong kalau yang memimpin suatu koloni lebah adalah ratu lebah? Nah, yang mengawini ratu lebah adalah salah satu jantan dalam koloni tersebut untuk melestarikan koloninya. Namun sayangnya, lebah jantan hanya bisa satu kali kawin seumur hidupnya. Sebab ia akan tewas seketika setelahnya karena kehabisan tenaga setelah kawin dan abdomennya pecah ketika berusaha memisahkan diri dari ratu lebah sehingga pangkal batang kelaminnya tertinggal pada ratu lebah. Bedanya, ratu lebah bisa kawin berkali-kali dengan pejantan lainnya.

3. Laba-laba punggung merah memberikan tubuhnya demi penuhi nutrisi sang betina

Mengorbankan dirinya untuk suatu kebaikan yang akan terjadi di masa mendatang. Yup, begitulah prinsip laba-laba beracun yang satu ini. Bagaimana tidak? Laba-laba punggung merah merelakan tubuhnya dimakan hidup-hidup oleh sang betina demi memenuhi nutrisinya saat bertelur. Namun sebagai buah perjuangannya, laba-laba betina akan menghasilkan keturunan yang sangat banyak.

4. Salmon pasifik akan berakhir di air tawar demi cinta

Salmon lahir di air tawar kemudian berenang ke laut untuk hidup di sana dan kembali lagi ke air tawar untuk bereproduksi dan berakhir di sana. Kali ini kematian salmon bukan karena sang betina, tetapi untuk melindungi telur-telurnya. Salmon bermigrasi sambil melawan arus sungai untuk bertelur. Alih-alih jantan yang mati duluan, salmon betina lebih dulu mengorbankan nyawanya setelah kawin dan salmon jantan hidup lebih lama untuk menjaga telur-telur mereka dengan energi yang dimilikinya.

Namun, pada akhirnya salmon jantan akan ikut mati karena tidak akan makan selama berada di air tawar. Setelah telurnya menetas, energinya pun habis dan selesai juga hidup salmon jantan. Huhu, sedih ya?

5. Marsupial melakukan pesta seks selama 14 jam dan mati kelelahan

Saat musim kawin tiba, marsupial akan mengadakan pesta seks. Durasi bercinta yang ekstrim yakni selama 14 jam menyebabkan pejantan kehilangan energinya kemudian mati. Memangnya kenapa sih, kok bisa sebegitu lamanya? Hal tersebut terjadi karena masa berkembang biak yang jarang dan perebutan betina. Sehingga sesama pejantan harus bersaing untuk adu kekuatan, benih siapa yang paling kuat. Nggak heran deh setelah musim kawin banyak ditemukan kematian masal.

Begitulah proses biologis yang terjadi pada alam raya ini, bagaimanapun juga semuanya seimbang. Setelah kematian satu jantan, lahirlah ratusan keturunan lainnya untuk melestarikan spesies mereka. Setidaknya, hewan-hewan yang mati setelah kawin memang tidak sia-sia ya!

Related Articles

Leave a Comment